History of PD Agape Misi Sarana

“I am the Alpha and the Omega, the First and the Last, the Beginning and the End.”

––– Revelation 22:13 (NIV) –––

The Journey
gods-vision.jpg

Halleluyah, saudara ! Tidak terasa Persekutuan Doa AMS (Agape Misi Sarana) dibawah penggembalaan Pdt. J.E. Awondatu tahun ini (2018) akan memasuki usianya yang ke 35 tahun. Seperempat abad lebih, waktu yang sangat panjang, yang kita percaya di dalamnya terselip suka dan duka yang mewarnai pelayanan beliau di PD ini.

Pada bulan Agustus 1974, tepatnya tanggal 11 Agustus, putra pertama hambaNya yaitu Melvin Yohan Christian Awondatu, telah dipanggil pulang yang membuat hambaNya sangat bersedih. Seminggu setelahnya, Bpk. Pdt. J.E. Awondatu berangkat menginjil ke Manado untuk KKR selama 3 minggu berturut-turut bersama Alm. Ps. Hugh Cruickshank. Pagi Khotbah di radio, Sore khotbah di Jemaat. Dan Bpk. Pdt. J.E. Awondatu sebagai penerjemahnya.

Pada saat itu seorang hamba Tuhan Alm. Pdt. Ticoalu dari Tondano menubuatkan hambaNya ini, kelak akan menjadi seorang penginjil. Dan pada tahun yang sama menginjilah beliau ke Manado, Surabaya, Bandung dan kota-kota lainnya di Indonesia. Bahkan ke negara di belahan bumi lainnya seperti Kanada, Amerika, Filipina, Singapura, Belanda dan Australia.

Pada tahun 1976, beliau diundang ke Jakarta, dimulailah persekutuan doa di rumah kediaman Ibu Ida Suryadi di Jl. Kartini 9 no 70, Jakarta Pusat. Kemudian juga melayani PD Yasdi bersama The Disciples - Ibu Soegiarto, di Jl. Antara - Jakarta Pusat. Saat itu setelah pelayanan, beliau kembali lagi ke Cianjur pulang pergi ke Jakarta dengan menggunakan mobil Mitsubishi L-300 kepunyaan mertua.

The Beginning
Jesus-Christ.jpg

Kemudian pada tahun 1984, beliau memulai persekutuan doa sendiri di Jl. Tanah Abang 2 no 125 yaitu rumah kediaman Bp. Rahmat Imanuel seorang keturunan Belanda yang beristrikan seorang Istri dari Banten, tetapi sudah terima Yesus. Setiap Selasa diadakan 2x ibadah yaitu jam 16:00 sore untuk pendalaman Alkitab, kemudian dilanjutkan jam 18:00 sore Ibadah KKR. Sejak itulah persekutuan doa Tanah Abang ini dikunjungi banyak jemaat yang haus akan Firman Tuhan. Visi dari HambaNya ialah "Jadikanlah semua bangsa muridKu" (Mat 28:19).

7 tahun kemudian, yaitu tahun 1991, Bpk. Rahmat Imanuel dipanggil pulang ke rumah Bapa di Surga. Sehingga tempat tersebut tidak dapat digunakan lagi. Akan tetapi oleh kemurahanNya, kami dapat menempati satu gedung di Jl. AM. Sangaji - Jakarta Pusat milik Bpk. David Adhyatman yang juga merupakan jemaat dari Persekutuan Doa Tanah Abang.

Menimbang tempat persekutuan doa ini berada di Jl. AM. Sangaji maka nama persekutuan doa ini berubah menjadi PD Agape Misi Sarana (PD AMS). Patut kita bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus atas penyertaanNya. Sejak saat itu PD AMS tetap berjalan sampai saat ini bahkan telah melahirkan tokoh-tokoh seperti Gembala Sidang, Pemimpin Jemaat, Penginjil, Pengarang Lagu di berbagai Gereja.

Adapun hasil lainnya dari Persekutuan Doa AMS antara lain adalah, Pdt. Hendrik Kawu yang sebelumnya adalah pengemudi taxi kemudian jadi pendeta, lalu Pdt. Gilbert Lumoindong dan Franky Sihombing pernah ikut di Persekutuan Doa ini.

Fenina Mundisugih saat ini menjadi Pendeta GBI Gereja BIC di San Fransisco dan Alm. Bapak Richard Korompis adalah pemain organ pada awal Persekutuan Doa ini. Ada juga Bapak Alwi Tanujaya, yang sering mengadakan pendalaman alkitab (PA) dirumahnya siang hari, lalu sorenya pergi ke PD Tanah Abang 2, saat ini beliau juga sudah jadi pendeta.

Sekali waktu beliau diundang pelayanan ke Jepang oleh satu satu Direktur Garuda di Tokyo namanya Robert Waloni, dimana dia pernah berada di Spanyol dan dia tidak bisa ke gereja karena tidak mengerti bahasanya maka dia hanya mendengar khotbah hambaNya setiap hari dan menjadi sangat diberkati dan dia selalu berdoa bersama istri dan anaknya setiap jam 04.30 pagi.

God's Plan
gods-plan.jpg

Prestasi lainnya yang tidak bisa dilupakan dari Persekutuan Doa ini adalah dengan dibangunnya Sekolah Alkitab Cianjur (SAC) yang 85% dana-nya, disumbang dari jemaat Persekutuan Doa Tanah Abang 2, dan tahun 2018 ini telah mempunyai lulusan sebanyak 3000 murid yang tersebar di seluruh Indonesia dan juga di Amerika, Australia, Belanda serta di belahan bumi lainnya. Sekolah Tinggi Teologia (STT) Cianjur yang belum lama berdiri juga berkat bantuan sekitar 30% dari Persekutuan Doa AMS. Itu yang membanggakan beliau, karena mereka begitu cinta pada Tuhan. Mayoritas hamba Tuhan di Jawa Barat adalah lulusan dari SAC dan STTC.

Ada rasa suka cita yang luar biasa bilamana melihat orang bertobat dan dibaptis. Bayangkan dulu ada sekitar 400 orang dari gereja Protestan dibaptis selam. Bpk. Pdt. J.E. Awondatu tidak menyuruh mereka pindah gereja, melainkan tetap digereja masing-masing, tetapi “Ikut jalan-Nya Tuhan” (Karena visi beliau adalah “Jadikanlah Semua Bangsa Muridku.”) Jadi tidak pandang dari GKI, Katholik, HKBP yang penting percaya Injil sepenuh. Ada satu Bapak namanya Banjar Nahor, dia penuh Roh Kudus begitu juga kedua putrinya. Ada juga Bpk. Pdt. Talas Sianturi juga luar biasa berapi-api saat ibadah. Begitu juga Bpk. Pdt. Johan Handoyo yang sudah jadi gembala GBI di Singapura.

Beliau juga tidak akan lupa atas kebaikan beberapa saudara yang menghargai jerih lelahnya. Dipimpin oleh Alm. Bapak David Adhyatman, Bapak Gwany, dan dokter adiknya Ibu Sonya mengumpulkan uang dan membelikan saya sebuah mobil Toyota Cresida. Dari Toyota Cresida itulah mobil silih berganti hingga sekarang tidak pernah habis.

Duka cita yang beliau alami adalah fitnah dan rasa lelah karena selama kurang lebih 35 tahun harus pulang pergi Cianjur – Jakarta melayani Persekutuan Doa ini. Di tahun 1991 saat sedang mengalami percobaan besar, justru saat susah itu Tuhan malah memberikan hambaNya lagu “Peganglah Tanganku Roh Kudus, Tuhan Yesus Setia, Janganlah Jemu Berbuat Baik, lagu-lagu itu direkam oleh Maranatha. Dan masih ada sekitar 180 lagu lagi yang Tuhan berikan kepada hambaNya Pdt. J.E. Awondatu. Semuanya itu adalah berkat dan pertolongan yang Tuhan berikan pada beliau untuk dapat melaluinya sehingga Persekutuan Doa ini tetap ada hingga saat ini.

Harapan beliau kedepan di usia 70 tahun ini, agar jemaat dapat memahami dan mengerti bahwa kekuatannya tidak seperti dulu lagi, apalagi dengan tugas yang begitu banyak, sebagai Gembala Sidang GPdI Cianjur, Penginjil, Guru dan Direktur Sekolah Alkitab Cianjur, salah satu Pendiri/Ketua STT Cianjur, Ketua Majelis Daerah Jawa Barat 2007-2012, Anggota Majelis Pusat GpdI - Departemen Pertumbuhan Gereja.

Demikian penuturan singkat Bapak Pdt. JE Awondatu, tentang sejarah berdirinya dan suka duka yang mengisi pelayanan beliau di Persekutuan Doa Agape Misi Sarana (AMS).

Meet The Pastor

JEA.jpg

Pdt. Johannes Edward Awondatu

beserta Ibu Melanie Awondatu

1974, mulai menjadi penginjil.

1982, menjadi pembicara FGBMFI Asian Convention di Singapura. Dari Indonesia bersama alm.DR. Abed Hendrawan, alm. DR. Lukas Halim

1983, bersama 13 orang lainnya diantaranya Yohanes Oentoro, Bapak/Ibu Sugiarto, alm. Dr. Wijayakusuma, Herry Mamudi (penyanyi), Johan Handoyo, Benny Sumampouw, Pdt. Billy beliau mendirikan Persekutuan Doa YASDI dan hingga saat ini masih tetap berdiri.

1988, Selain menjadi salah satu pendiri Persekutuan Doa YASDI dan founder dari Persekutuan Doa AMS (dahulu bernama Persekutuan Doa Tanah Abang), beliau juga adalah pendiri Persekutuan Doa EL-SHADDAI. Persekutuan Doa ini pernah sekali waktu dihadiri oleh sekitar 1500 orang. Persekutuan Doa ini, yang bermula dari gedung Advent kemudian pindah ke gedung Bank of Amerika kemudian gedung PELNI, sekarang kegiatan persekutuan doa EL-SHADDAI ini berada di gedung Bank Panin, Jl. Pecenongan Raya. Bapak Pdt. JE. Awondatu masih tetap melayani di EL-SHADDAI sekali dalam sebulan yaitu setiap hari Kamis.

2002 Persekutuan Doa BERDASI di Karawang berdiri.

Hobby naik moge masih sesekali dilakukan apabila ada jemputan dari rekan-rekan penggemar moge.